pagi ini ku lantunkan kidung untukmu,
untuk jiwa yang senantiasa agungkan jiwaku,
kau bagaikan bunga yang hiasi taman hati ku ini,
pelengkap semerbak rasa yang tertanam indah dalam sanubari,
kau bagai mentari pagi yang hangatkan jiwaku yang beku oleh waktu,
terkekang masa yang tiada bisa ku mengubah ataupun tuk kembali keawal waktu,
sesejuk embun pagi alunan wangimu membasuh hatiku,
mengurai rasa pedih perih dan nestapa yang terlunta-lunta,
dalam pekat nan tak tertanggap oleh semerbak bunga,
ku berdiri menanti dan ku tetap menanti,
hari dimana kecerahhanmu menepikanku dari sisa mimpi buruk yang tak tertepi ini,
ku harap kau tahu bahkan ku harap kau mengerti,
akan hadirnya rasa tak berwarna ini tuk kau rasa,
tuk kau terima dengan indah,
hanya untuk pelipur lara hingga ku merasa sudah tak kuat lagi menahan tempaan dunia.
untuk jiwa yang senantiasa agungkan jiwaku,
kau bagaikan bunga yang hiasi taman hati ku ini,
pelengkap semerbak rasa yang tertanam indah dalam sanubari,
kau bagai mentari pagi yang hangatkan jiwaku yang beku oleh waktu,
terkekang masa yang tiada bisa ku mengubah ataupun tuk kembali keawal waktu,
sesejuk embun pagi alunan wangimu membasuh hatiku,
mengurai rasa pedih perih dan nestapa yang terlunta-lunta,
dalam pekat nan tak tertanggap oleh semerbak bunga,
ku berdiri menanti dan ku tetap menanti,
hari dimana kecerahhanmu menepikanku dari sisa mimpi buruk yang tak tertepi ini,
ku harap kau tahu bahkan ku harap kau mengerti,
akan hadirnya rasa tak berwarna ini tuk kau rasa,
tuk kau terima dengan indah,
hanya untuk pelipur lara hingga ku merasa sudah tak kuat lagi menahan tempaan dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar